Budidaya Udang galah air tawar –Udang galah air tawar (Macrobrachium rosenbergii de man) memiliki potensi nilai ekonomis cukup tinggi baik pasar local maupun pasar ekspor. Harga jual udang galah dipasaran saat ini Rp 72.000 per kg sedangkan harga bibit udang galah seharga Rp 70 per ekor.
Kolam Budidaya udang Galah
Langkah awal dalam melakukanbudidaya udang galah air tawar ini adalah mempersiapkan lokasi untuk kolam budidaya. Tentunya lokasi kolam harus dekat dengan sumber air yang bersih. Jenis kolam bisa menggunakan kolam tambak, kolam terpal maupun kolam semen, yang penting kualitas air harus selalu dijaga. Jika menggunakan kolam tambak sangat dianjurkan dibuat pada jenis tanah liat berpasir, kolam dibuat pada ketinggian 0-700 meter dpl. Debit air yang dianjurkan 0,5-1 liter per detik untuk luasan kolam 300-1.000 m2.
Hal-hal lain yang juga harus diperhatikan pada kualitas air antara lain :
- Menerima cahaya matahari yang cukup
- Mengandung mineral-mineral yang cukup
- Mengandung Kadar oksigen terlarut sekitar 5-7 ppm.
- Mengandung gas karbondioksida yang cukup (kurang dari 2 ppm)
- Mempunyai temperature yang ideal untuk proses hidup dan pertumbuhan udang galah
Pakan Udang Galah
Jenis pakan yang diberikan juga sangat berpengaruh dengan hasil panen nantinya, maka kita juga harus memperhatikan hal ini dalam budidaya udang galah air tawar, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
- Aspek kimia yaitu persyaratan kandunagn nutrisi makanan yang meliputi protein, karbohidrat, lemk, vitamin, dan mineral
- Aspek fisik makanan, yaitu bentuk dan ukuran makanan, ketahanan dalam air, dan tehnik pengepakan
- Aspek biologi yaitu nilai konversi makanan atau perbandingan jumlah makanan yang dikonsumsi dengan kemampuan makanan yang dikonsumsi dapat meningkatkan berat tubuh udang.
- Aspek ekonomis yaitu kelayakan harga yang ditinjau dari segi kualitas maupun nilai makanan.
Penyakit dan Hama Udang Galah
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam budidaya udang galah ini tentunya kita harus mencegah hama dan penyakit. Jika melakukan budidaya dengan model kolam tambak / kolam hama yang sering terjadi adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Selain itu yang kerap terjadi adalah lumut. Untuk mencegah hal tersebut perlu dibuat pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm. Sedangkan untuk mengatasi lumut agar udang terhindar dari penyakit kulit bisa diatasi dengan dipasang kincir air di tambak
Dalam proses pembesaran diperlukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai berikut :
- Pengambilan contoh untuk pengujian kesehatan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dilakukan secara acak dengan jumlah udang sesuai dengan kebutuhan untuk pengamatan visual maupun mikroskopik.
- Pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) .
- Pengamatan mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad pathogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium.
- sumber ...www.usahabudidaya.com
Teknis Budi Daya Udang Galah
Jenis udang air tawar yang satu ini (udang galah) memang memiliki potensi yang cukup besar, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat. Terbukti dari permintaan udang galah baik dalam negeri maupun dari luar negeri yang semakin meningkat. Udang galah adalah salah satu komoditas air tawar yang cukup bagus masa depannya karena selain harga jualnya lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya juga dapat dipasarkan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri, hal ini ditandai dengan permintaan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa.Dengan kata lain udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi memperoleh keuntungan jika dikembangkan.
Budidaya udang galah bisa dilakukan di kolam ataupun tambak darat. Saat ini kegiatan pembesaran udang galah sudah meluas keberbagai daerah, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan/usaha budidaya maka dibutuhkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha yang dimiliki oleh pembudidaya.
Tahapan memulai budidaya udang galah adalah:
1. LOKASI BUDIDAYA
Perencanaan pembangunan wadah budidaya harus memenuhi persyaratan antara lain; kawasan bebas banjir dan pencemaran, jenis tanah liat berpasir, kolam dibuat pada ketinggian 0-700 meter dpl.
Air tersedia sepanjang tahun, bebas polusi, sirkulasi air harus bagus, bebas pencemaran, bebas polusi. Debit air yang dianjurkan 0,5-1 liter per detik untuk luasan kolam 300-1.000 m2.
2. BAHAN DAN ALAT
Seperti budidaya di kolam pada umumnya, peralatan yang umum digunakan antara lain; alat pengangkut benih, serok, ember, seser, timbangan, Ayakan halus dari kain, cangkul.
3. PENGELOLAAN AIR
Sirkulasi air yang baik memegang peranan penting dalam pelaksanaan pembesaran udang galah. Sebaiknya air dikolam harus mengalir. Untuk kolam pemeliharaan dengan media yang tidak mengalir kualitas air cenderung menurun setelah satu bulan masa pemeliharaan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan penggantian air sebanyak 30-50% dengan air yang baru.
C, dengan pH 6,5-8,5. Oksigen°Suhu optimum yang diperlukan adalah 28-30 terlarut minimal adalah 4 ppm, diperlukan juga Ca minimal 52 ppm dan salinitas 0-5 ppt.
C, dengan pH 6,5-8,5. Oksigen°Suhu optimum yang diperlukan adalah 28-30 terlarut minimal adalah 4 ppm, diperlukan juga Ca minimal 52 ppm dan salinitas 0-5 ppt.
4. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT
Adanya hama dan penyakit ditentukan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat predator maupun kompetitor.
Hama yang sering mengganggu dikolam pemeliharaan adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Untuk mencegah masuknya hama pemangsa tersebut perlu dibuat saringan pada pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm.
Dalam proses pembesaran diperlukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai berikut :
- Pengambilan contoh untuk pengujian kesehatan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dilakukan secara acak dengan jumlah udang sesuai dengan kebutuhan untuk pengamatan visual maupun mikroskopik.
- Pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) .
- Pengamatan mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad pathogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium.
Penyakit yang sering menyerang adalah udang berlumut yang disebabkan kedalaman air di kolam kurang memadai dengan sirkulasi yang kurang baik, untuk mengatasi masalah dengan sirkulasi air bisa dipasang kincir angin.
5. MASA PANEN UDANG GALAH
Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem. Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran 20 – 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.
Demikian beberapa tekis praktis budidaya udang galah, tahapan budidaya udang galah, serta gambaran keuntungan dari budidaya udang galah. Semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat.
(sumber: buka-usaha.com)
No comments:
Post a Comment